Sabtu, 26 Desember 2009

Rusuh Bantuan Rehab MI

Bantuan Rehab MI tahun 2009 ini semula kupikir akan sepi dari orang-orang yang mencari-cari keuntungan. Ternyata tidaklah demikian adanya. Ada-ada saja pihak-pihak yang berusaha mengail dari Bantuan Rehab MI ini.
Madrasah, yang pada umumnya bertolak dari swadaya masyarakat dan dikelola oleh masyarakat dengan mengambil pola sosial ternyata bantuan yang diterimanya juga tidak sepi dari orang-orang usil. Seperti halnya yang terjadi di kecamatan kami, salah satu rekan kami didatangi oleh seseorang yang mengaku wartawan. Dengan lagak seperti wartawan ia meluncurkan banyak pertanyaan yang memojokkan posisi rekan tersebut. Namun toh ternyata ujung-ujungnya ya hanya ingin minta bagian.
Bilangnya sih ingin ikut merasakan juga bantuan tersebut saja. Salah rekan kami juga sih ya, ia kan ingin ikut merasakan hasil dari bantuan Rehab MI, ya kasih aja suguhan batu bata merah atau adukan pasir dan semen. he he he he ..........




5 komentar:

Benar juga, ngapain meladeni orang-orang yang tak berperasaan seperti itu. Kalau perlu hajar aja bro .............

He.. he.. he... itu oknum pak...... karena nggak semuanya wartawan kayak gitu kok. Patinya itu wartawan gadungan. Soal bagi2 kue....... itu mah harus ndan.... tapi ya itu, kalo habis makan kuenya mustinya juga mau cuci piringnya..... biar keadilan terasa adil begicu..........

Jangan di kasih pak........ meski cuman 1000 perak. Kalo mau uang ya kerja.........

Memberi itu lebih baik dari pada menerima, tangan di atas lebih mulia dari pada tangan dibawah. Shubungan kasus diatas, saya lebih setuju memberikan bagian orang tersebut dengan adil. Dimana letak adilnya? Orang di bayar sesuai pekerjaannya. Orang di sumbang karena dia kekurangan, orang di beri zakat karena miskin atau masuk asnaf 8.

Nah yang manakah orang tersebut?

Bersabarlah pak...... itu bukan budaya negri kita kok.

Poskan Komentar

Beri Peringatan

Entri Populer

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites